Kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) dilaksanakan di tiga lokasi yang berbeda, yaitu di RW 05, RW 06, dan di RW 07 Setiap lokasi melibatkan unsur wilayah masing-masing, seperti RW, RT, kader, perwakilan puskesmas, serta mahasiswa, namun tetap membahas tema yang sama: peningkatan kesehatan masyarakat dan sinkronisasi data lapangan.
Meskipun tempat pelaksanaan berbeda, tujuan kegiatan tetap satu, yaitu menyatukan hasil survei kesehatan masyarakat serta menentukan tindak lanjut prioritas di wilayah. Setiap forum menyampaikan temuan masing-masing, kemudian disimpulkan sebagai rangkaian program gabungan untuk dilaksanakan di seluruh wilayah Kebon Kosong.
Hasil pembahasan menunjukkan beberapa isu utama yang muncul di seluruh lokasi, antara lain distribusi Vitamin A yang belum merata, rendahnya kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja, dan masih tingginya PUS yang belum menggunakan KB. Kasus gizi kurang dan gizi buruk pada balita telah ditangani dengan pemberian makanan tambahan oleh puskesmas. Selain itu, pencegahan stunting dan pelaporan kasus TB menjadi fokus karena Kemayoran termasuk wilayah dengan kasus cukup tinggi.
Sebagai tindak lanjut, peserta menyepakati beberapa kegiatan, yaitu:
- Edukasi kb untuk pasangan suami istri,
- Edukasi gizi untuk ibu balita,
- Pelaporan data kesehatan yang lebih terkoordinasi antar rw, kader, dan puskesmas.
Walaupun kegiatan MMD dilaksanakan di tempat yang berbeda, seluruh hasil dan keputusan tetap dihimpun menjadi satu kesepahaman bersama. Semua pihak sepakat bahwa keberhasilan program kesehatan memerlukan kerja sama aktif antara kader, perangkat wilayah, puskesmas, dan masyarakat.
